Galang Sumbangan Demi Pendidikan Berkualitas
![]() |
| Kepala SMANETA Edy Parlindungan dan Komite Sekolah. |
Malang, Laras Post - Pendidikan yang tinggi menjadi dambaan semua anak didik.
Namun kendala ekonomi keluarga menjadi hambatan untuk meraih cita-cita, karena untuk bersekolah di jenjang yang lebih tinggi, khususnya SMAN, di samping anak didik pandai dan orang tua juga harus mampu.
Pasalnya, sekolah dalam memenuhi kriteria sekolah unggulan harus mempunyai fasilitas tambahan yang memadai untuk kebutuhan siswanya walau pemerintah pusat dan daerah tiap tahunnya telah mengucurkan anggaran pendidikan yang cukup besar.
SMAN 1 Tumpang (SMANETA) di Kabupaten Malang berupaya menjadi salah satu sekolah favorit telah melengkapi fasilitas-fasilitas pendidikan yang memadai bagi siswanya, dan terbukti SMANETA ini meraih penghargaan Indonesia Best Of The Best Award dengan catagory " The Best Favorite School In Education Exelent Of The Year".
Dalam PPDB tahun 2019 pihak sekolah telah membebaskan siswa non rupiah kepada siswa tidak mampu dan berprestasi.
Menurut Kepala SMANETA Edy Parlindungan, untuk meningkatkan prestasi di sekolah diperlukan fasilitas-fasilitas yang memadai guna menunjang kemampuan anak didik. Kalau hanya, sambungnya, mengandalkan dana BOS, DAK dan bantuan provinsi dirasa masih kurang.
“Untuk itulah pihak sekolah melalui komite sekolah bermusyawarah dengan wali murid baru, tujuan utamanya meningkatkan fasilitas belajar mengajar siswa, dan hampir semua wali murid setuju dan siap membantu bergotong royong untuk memenuhi fasilitas yang di perlukan, seperti contoh penambahan gedung baru, kalau menunggu DAK belum dibangun lagi sejak terakhir kali 2014 lalu,” tukasnya.
Dia mengemukakan, untuk diketahui, pada 2019 ini pihaknya kebanjiran siswa cukup banyak karena SMANETA menjadi salah satu sekolah favorit. Karena keterbatasan fasilitas dan gedung sekolah, lanjutnya, maka pihaknya perlu membatasi hanya sampai 300 an siswa yang bisa diterima di sekolah ini.
Mengenai siswa kurang mampu, lanjut Edy, pihaknya mengratiskan semua sumbangan, mulai berupa segaram dan sumbangan lainnya. Diperkirakan jumlah siswa kurang mampu untuk penerimaan tahun 2019 ini cukup banyak dan sekali lagi semua gratis.
“Sedangkan untuk siswa yang mampu, pihaknya tidak menekan harus bayar sekian untuk sumbangan ini. Semuanya saya serahkan ke wali murid. Sumbang berapa saya terima dan semua aspirasi dari wali murid kita demi kemajuan sekolah ini. Makanya sebagian wali murid saat rapat menghendaki adanya peningkatan fasilitas penunjang pendidikan di sekolah yang sumber dananya diambil dari sumbangan sukarela wali murid," ujar Edy mengakhiri pembicaraan. (al)




Post a Comment