Petugas Asesoris Klinik Pratama, BNNK Purbalingga Mengasesmen Salah Satu Pelajar SMP
![]() |
| Salah satu pelajar yang diasesmen oleh petugas Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga. |
Selasa Pagi, 18 Juni 2019, Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga menerima kunjungan dari bidang kesiswaan dan bimbingan konseling (BK) salah satu SMP di Kabupaten Purbalingga.
Kehadiran pihak SMP itu menyertakan lima siswa yang diindikasikan menyalahgunakan obat-obatan atau zat lain yang tergolong sebagai narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Sudirman, M.Si mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah, yakni dengan gerak cepat membawa siswa yang terindikasi menyalahgunakan narkoba ke BNN untuk dilakukan langkah-langkah penanganan.
Langkah-langkah itu diantaranya asesmen, cek urine dan pemeriksaan organ vital lainnya sehingga pada akhirnya akan diketahui apakah termasuk sebagai penyalah guna dan atau pecandu narkoba atau bukan, serta untuk menentukan jenis layanan rehabilitasi yang dibutuhkan.
Kelima siswa tersebut kemudian diasesmen oleh petugas Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga menggunakan form asesmen WHO-ASSIST V3.1.
Adapun hasil asesmen adalah kelima pelajar tersebut tergolong sebagai pengguna aktif produk tembakau (rokok) dan minuman beralkohol, sedangkan indikasi penyalahgunaan obat-obatan, psikotropika ataupun narkotika tidak ditemukan, sehingga tidak dilakukan layanan terapi rehabilitasi oleh Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga.
Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga merekomendasikan terhadap kelima pelajar tersebut agar dilakukan pembinaan secara intensif oleh pihak sekolah dengan melibatkan orang tua / wali.
Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 bahwa urusan yang ditangani oleh Badan Narkotika Nasional adalah narkotika dan prekursor narkotika kecuali alkohol dan tembakau.
Kepala BNN Kabupaten Purbalingga berharap agar permasalahan adiksi (ketergantungan) rokok dan minuman keras di kalangan pelajar ini dapat ditangani secara serius oleh pihak-pihak terkait. Sebab tidak menutup kemungkinan, bermula dari ketergantungan rokok dan minuman beralkohol menjurus pada ketergantungan psikotropika bahkan narkotika. (Agus. P)




Post a Comment