Ketua DPR Minta BPBD dan Pemda Antisipasi Kekeringan di Seluruh Wilayah
![]() |
| Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. |
Jakarta, Laras Post - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan antisipasi kekeringan terhadap seluruh wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, seperti memastikan tiap wilayah memiliki pompa air yang berfungsi dengan baik dan embung sebagai tempat penyimpan air berfungsi dengan baik.
Hal itu disampaikan Bamsoet, sapaan akrabnya, terkait sejumlah daerah di Pulau Jawa yang mengalami kekeringan akibat sudah dua bulan hujan tidak turun, seperti di wilayah bandung, Bekasi, Karawang, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Garut, Tegal, Sukabumi, Yogyakarta, Jawa Timur, dan beberapa daerah lainnya, yang mengakibatkan sejumlah petani menganggur karena tidak dapat melakukan aktivitas.
"Kita juga mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BPBD, bersama Pemda untuk memanfaatkan sumber daya air yang dimiliki setiap daerah, seperti dengan melakukan pembangunan sarana air bersih dan juga pembangunan saluran air, sehingga warga tidak lagi kesulitan air bersih ke depannya, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan pertanian," ujarnya dalam siaran persnya, Senin (17/6/2019).
Pihaknya, sambung politisi Partai Golkar itu, minta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan inovasi yang dapat menanggulangi terjadinya kekeringan, seperti dengan melakukan hujan buatan pada saat musim kemarau serta membuat sumur-sumur, wadah, atau embung yang dapat menampung air dalam jumlah yang banyak.
"Kita juga mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencari solusi alternatif bagi para petani ketika musim kemarau tiba, sehingga petani tetap dapat bekerja untuk melakukan mata pencaharian dan tidak merugi, seperti melakukan penanaman palawija," terang Bamsoet.
Orang nomor satu di DPR RI itu juga mendorong Pemda bersama dengan masyarakat setempat untuk memperbaiki embung atau sumur untuk penampungan air yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga ke depannya, terutama pada musim kemarau, embung atau sumur tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
"Kita juga dorong Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan informasi terupdate kepada masyarakat mengenai kondisi cuaca, baik melalui media cetak, siber, maupun siaran, agar pemerintah dan masyarakat dapat melakukan antisipasi sejak dini sehingga meminimalisir terjadinya sejumlah permasalahan, seperti krisis air bersih," paparnya. (wan)




Post a Comment