Peringati Hari Anak, Kita Harus Bangga Jadi Orang Indonesia


Malang, Laras Post - Dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di pendopo agung Malang, Selasa (11/10/16), Bupati Malang menyebutkan, agar banggalah jadi anak Indoneaia. Selain itu, peringatan HAN yang digelar kali ini sekaligus ditandai pembukaan lomba poster anti traficking serta di lanjutkan diskusi laskar anak Kab Malang oleh Bupati Malang, Dr.H Rendra Kresna dan dihadiri oleh beberapa Kepala SKPD, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang, Ir Budi Iswojo MM, selaku leading sektor dalam peringatan HAN kali ini. Bupati Malang mengatakan dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, mohon maaf karena Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2016 baru bisa di laksanakan pada hari ini, Selasa(11/10/16).

Rendra juga sedikit menyampaikan sedikit sejarah tentang HAN. Hari anak menurut Rendra, merupakan event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda diberbagai negara di belahan dunia. Organisasi anak di bawah PBB sendiri yaitu UNICEF yang pertama kali menyelenggarakan peringatan hari anak sedunia pada bulan Oktober tahun 1953, katanya. Lanjut Rendra, kemudian pada tanggal 14 Desember 1954, Majelis Umum PBB lewat sebuah resolusi mengumumkan satu hari tertentu dalam setahun sebagai hari anak se-dunia yaitu pada tanggal 20 November. Setiap Negara bisa saja merayakan Hari Anak pada tanggal yang berbeda-beda, namun perayaan ini tetap bertujuan sama yaitu menghormati hak-hak anak di seluruh dunia, lanjut pria berkacamata itu.

Di Indonesia sendiri menurutnya, HAN diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Presiden Soeharto) Nomor 44 Tahun 1984 yang ditetapan pada tanggal 23 Juli. Peringatan HAN hal ini bermula dari sebuah gagasan maju yang berkeinginan untuk melihat anak-anak, sebagai aset kemajuan bangsa yang bergembira, bermain dan ceria. "Kegiatan HAN dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, hingga daerah. Kemudian untuk menunjang kesejahteraan anak serta melindungi hak-hak anak-anak. Dengan harapan masalah anak menjadi lebih intens dan fokus untuk diperhatikan dan ditangani. Di samping itu, peringatan HAN juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran si anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orang tua, masyarakat, lingkungan serta kepada bangsa dan negara.

Dirinya berharap, HAN merupakan kesempatan untuk terus mengajak seluruh komponen warga atau bangsa Indonesia, baik itu orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, maupun pemerintah dan Negara, untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya, serta terus melakukan upaya perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya dan perlakuan tanpa diskriminasi",pungkas Rendra. (al)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.