SKADRON Udara 5 Berhasil Mengamati Dan Mengintai Pulau Terluar Nkri
![]() |
Makassar, Laras Post - Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin berhasil mengamati sekaligus mengintai pulau-pulau terluar NKRI pada kegiatan operasi dengan sandi “Sayap Merak 16”, baru-baru ini.
Misi operasi yang bersandi " Sayap Merak 16" itu, berhasil dikuasai menggunakan pesawat Boeing 737-200 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pada tanggal 28-29 April 2016 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Agung Hartanto dan tanggal 27 Mei 2016 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Hendro Sukamdani melaksanakan patroli di wilayah perairan Pantai Barat Sumatera, Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, sekaligus melaksanakan pengamatan terhadap pulau-pulau terluar di Wilayah NKRI.
Skadron Udara 5 merupakan salah satu satuan udara di bawah Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, yang merupakan satuan jajaran Koopsau II, memiliki tugas melaksanakan pengintaian udara strategis dan pengawasan maupun pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan jalur lintas laut damai (ALKI) diseluruh wilayah Indonesia.
![]() |
Untuk melaksanakan tugas Skadron Udara 5, pesawat intai dilengkapi dengan peralatan penginderaan, peralatan navigasi, serta peralatan komunikasi yang terintegrasi dalam Mission System yang dioperasikan melalui Mission Console.
Pengamatan dan pengintaian misi operasi Sayap Merak 16, diantaranya pulau Rondo, pulau Sebetul, dan pulau Berhala. Pulau Rondo yang terletak di sebelah utara banda Aceh, dimana disana terdapat pulau karang dan mercusuar, juga permukiman penduduk. Selain itu, Pulau Sebetul yang terletak di sebelah utara Kepulauan Natuna yang berbatasan langsung dengan Vietnam dan kondisi pulau rawan terhadap abrasi. Pulau Berhala terletak di selat Malaka, sebelah Timur kota Medan dengan jarak 97 km, pada koordinat : 03 46.380 N 099 30.03 E. terdapat perumahan penduduk dan dermaga di Timur laut bagian dari pulau. Menara mercusuar terletak dipuncak pulau bagian utara dan tidak ada pengerukan pulau/perusakan. (Sg, pen)





Post a Comment