Presiden Jokowi Tetapkan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila
![]() |
| Presiden Jokowi saat menandatangani Kepres No 24 Tahun 2016. |
“Dengan mengucap syukur kepada Allah dan bismillah, dengan Keputusan Presiden, Tanggal 1 Juni ditetapkan, diliburkan dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Selasa (1/6/2016) siang, di Gedung Merdeka, Bandung.
Penetapan Hari Lahir Pancasila itu, tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Setelah menyampaikan keputusan tersebut, Presiden Jokowi kemudian berjalan ke sisi kiri podium untuk menandatangani Keputusan Presiden bahwa 1 Juni adalah hari libur nasional sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila. Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan ini adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR-RI Ade Komarudin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Mensesneg Pratikno, Menteri Pertahanan Ryarmizad Ryacudu, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi.
Kunjungi Penjara Bung Karno di Banceuy
Setelah mengikuti acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri dan didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta para menteri anggota Kabinet Kerja berjalan kaki menuju monumen tempat Bung Karno dipenjara yang terletak di Jl. Banceuy Bandung.
Monumen berupa 1 kamar sel penjara ini adalah sebuah kamar berukuran 2,5 x 1,5 meter yang dahulu pernah dihuni oleh Bung Karno. (her, sg, ram)
![]() |
| Presiden Jokowi saat menengok petilasan penjara Bung Karno. |
Setelah mengikuti acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri dan didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta para menteri anggota Kabinet Kerja berjalan kaki menuju monumen tempat Bung Karno dipenjara yang terletak di Jl. Banceuy Bandung.
Monumen berupa 1 kamar sel penjara ini adalah sebuah kamar berukuran 2,5 x 1,5 meter yang dahulu pernah dihuni oleh Bung Karno. (her, sg, ram)





Post a Comment