Suara Indonesia Tetap Bergema
Oleh : Peter A. Rohi
![]() |
| Tanpa ada batas, Beginilah cara kerja Pemimpin Redaksi HU.Suara Indonesia P.Peter A Rohi (pakai jaket bertopi) dgn Wartawan-2 nya.Cak.Rahadi Wartawan Senior (berkacamata). Foto : Arief Mini. |
Macet lima jam dalam perjalanan Surabaya ke Malang terhibur sesaat berjabat akrab dengan Sri Nugroho dan Bagong yang menjemput di terminal Arjosari. Di rumah Ibu Sri Murtini (Mbak Mung) tempat acara reuni berlangsung kelurga Suara Indonesia masih tetap menanti.
Wartawan2 muda pada masa kita terbit kini banyak yang sudah beruban. Ketika saya memimpin mereka, terutama di lapangan tentu dengan keras, sedikit dengan gaya militer. Kejadian tidak mengenal kapan harus terjadi menuntut wartawan harus bersiaga 24 jam.
Terbit pada bulan Desember 1981, saat hujan dan banjir menyulitkan wartawan2 baru antara mau dan tidak mencari berita. Sebagai pemimpin di lapangan, dengan sepeda motor saya mengajak semua turun ke lapangan sambil berhujan-hujanan. Kalau tidak begitu bagaimana mengisi halaman koran dengan berita setiap hari?
Ketika mobil sirkulasi masuk jurang, malam hari itu juga saya perintahkan diangkat. Orang keuangan digedor untuk membiayai sopir yang kecelakaan. Tak ada yang tertunda.
![]() |
Dan sekarang, ketika banyak di antara mereka sudah menduduki posisi penting, mereka mengaku tidak menyesal mendapat didikan keras pada saat awal menjadi wartawan. Kerja wartawan adalah kerja kemanusiaan, yang menyatu dalam jiwa. Wartawan yang baik dan professional tidak pernah mengeluh, walau tiap hari memperoleh tantangan, yang sesungguhnya memancing adrenalin yang menyehatkan jasmani dan rohani.
Kemarin suasana itu kembali terasa, berkumpul dengan para mantan “murid” yang datang dari berbagai kota, bahkan Putu Suartama yang jauh2 datang dari Denpasar. Senang dan mengharukan.***





Post a Comment