Dandim 0824/ Jember Ketahanan Pangan Merupakan Tanggung Jawab Bersama
![]() |
| Kodim 0824 Jember melaksanakan rapat koordinasi Serapan Gabah (Sergab) |
Jember, Laras Post - Kodim 0824 Jember melaksanakan rapat koordinasi Serapan Gabah (Sergab), hadir pada kesempatan tersebut para Danramil Jajaran Kodim 0824 sebagai Satgas Sergab bersama 75 orang pengusaha penggilingan padi dan pengusaha gabah di Kab Jember,beberapa waktu lalu.
Hadir sebagai pembicara diantaranya Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P selaku Panglima Sergab di Kab Jember, Ka Bulog Divre Jember M Khozin dan Kasi Produksi Dinas Pertanian Kab Jember Totok Suharyanto.
Pada kesempatan tersebut Muhammad Nas meminta semua pihak untuk menyadari fungsi dan tanggung jawab masing-masing karena ketahanan pangan buka tanggung jawab satu lambaga atau instansi saja tetapi tanggunmg jawab kita semua.
Untuk itu kepada para pengusaha penggilingan padi, pengusaha padi mari kita jual gabah maupun beras kita ke Bulog Jember, sehingga jelas berapa produksi pertanian di Kabupaten Jember.
“Saya menyadari memang ada beberapa pengusaha yang membeli gabah petani Jember, namun dijual lagi ke Probolinggo dan lain-lain untuk demi keuntungan lebih, bahkan ada spekulan yang menimbun dan sebagainya hal inilah yang mengakibatkan harga beras menjadi mahal, untuk itu melalui kesempatan ini mari kita salurkan gabah maupun beras kita ke Bulog Divre Jember, kalau diperhitungkan dengan ongkos angkut dan lain-lain mungkin akan sama untungnya,” tutur Muhammad Nas.
Ka Bulog Divre Jember M Khozin saat mendapatkan giliran menyampaikan sambutan memaparkan, bahwa target penyerapan tahun 2016 ini sebesar 75.000 ton dan hingga musim panen April 2016 ini baru terserap sekitar 10.901 ton atau sekitar 14,5 %. “Untuk itulah saya berkoordinasi dengan Komandan Kodim 0824 untuk mengadakan acara ini,”cetusnya.
Ia juga menyebutkan, pengusaha penggilingan beras masih pikir-pikir untuk melakukan kontrak kerja dengan Bulog Divre Jember. “Untuk itu melalui kesempatan ini silahkan bagi teman-teman pengusaha penggilingan dan pedagang padi dilapangan untuk bekerjasama, kalau mau kontrak kerja sekarangpun akan kita layani,” ujar M Khozin.
Selanjutnya dari Dinas Pertanian Totok Suharyanto dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pendampingan Babinsa dalam rangka peningkatan produktifitas sudah relatif berhasil dengan meningkatnya produksi pada sitiap musim panen.
Saat sekarang ini memang puncaknya panen ada sekitar 90 % lahan di Kabupaten Jember yang saan ini sudah memanen padinya. Untuk itu dengan program penerapan gabah ini diharapkan penjualannya langsung saja ke bulog Jember sehingga produksi kita khususnya di Kabupaten Jember secara riil dapat kita laporkan dengan jelas. (IJ)




Post a Comment