Header Ads


Angkatan Udara Negara-Negara Asean Segera Miliki SOP Penanggulangan Bencana

Aspam Kasau Marsda TNI Dedi Permadi (tengah) dan para ketua delegasi AAFET Workshop melaksanakan foto bersama. (Foto : Dispenau/2016).
Jakarta, Laras Post - Dispenau (10/5). Menyikapi seringnya Angkatan Udara negara-negara ASEAN (Air Force Association of South East Asia Nation) terlibat dalam kerjasama bantuan dan penanggulangan bencana alam, maka dipandang perlu adanya sebuah prosedur operasi yang standar (Standard Operating Procedure-SOP) tentang penanggulangan bencana alam, terkait dengan hal tersebut, TNI AU telah mempelopori dilaksanakannya pelatihan dan pendidikan antar Angkatan Udara negara-negara ASEAN (ASEAN Air Force Education and Training Workshop-AAFET Workshop) untuk membahas draf SOP penanggulangan bencana alam.

Sembilan negara ASEAN, masing-masing Indonesia (TNI AU), Brunei Darussalam (TUDB), Malaysia (TUDM), Singapura (RSAF), Kamboja (RCAF), Laos (LPPAF), Thailand (RTAF), Myanmar (MAF), dan Vietnam (VPAF), ambil bagian dalam  AAFET Workshop 2016, yang digelar di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (10/5).

AAFET Workshop yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (10-11/5) dibuka oleh Asisten Pengamanan (Aspam) Kasau Marsekal Muda (Marsda) TNI Dedi Permadi.Dalam sambutannya, Aspam Kasau mengatakan, TNI AU memandang penting disepakatinya SOP keterlibatan Angkatan Udara negara-negara ASEAN dalam kerja sama penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan. Ditambahkan, dengan disepakatinya SOP maka tiap-tiap Angkatan Udara akan lebih mudah dalam melaksanakan operasi bantuan bencana alam.  

“Selaku pimpinan Workshop, TNI AU berharap semua peserta dapat memberikan kontribusi positif dalam penyusunan draf SOP bantuan dan penanggulangan bencana alam bagi kepentingan kerjasama kita ke depan yang lebih baik” kata Apsam Kasau.

Dalam AAFET Workshop 2016 juga dibahas tentang pembuatan dan penggunaan website Angkatan Udara ASEAN secara bersama sebagai media komunikasi dan koordinasi kegiatan penanggulangan bencana alam. Draft SOP penanggulangan bencana yang dihasilkan dari AAFET Workshop, selanjutnya akan disyahkan penggunaannya pada forum konferensi antar Kepala Staf Angkatan udara ASEAN ke-13 (The 13th Asean Air Force Chiefs Conference) yang akan dilaksanakan di Yogyakarta pada September 2016 mendatang.

Melalui AAFET workshop, diharapkan para peserta juga dapat saling tukar pengetahuan, pengalaman dan keahlian lain di bidang Angkatan Udara. Beberapa topik yang telah disepakati bersama dalam AAFET workshop, antara lain masalah pelibatan pesawat terbang dan crew di negara yang terdampak bencana alam, termasuk juga prosedur pemberian bantuan logistik tenaga medis dan pelatihan bagi personel Angkatan Udara yang akan di libatkan. (Sg, penau)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.