Header Ads


Raja Ampat Yang Menggoda

Ade Riyan Purnama
Papua barat, Laras Post - Dewasa ini, dunia ekonomi kreatif berpendar-pendar dengan gemilang. Terutama di Indonesia yang memiliki begitu banyak kandungan kebudayaan yang beraneka ragam. Dimulai dari suku dan etnis, kebudayaan, hingga kekayaan alamnya. Memiliki wilayah dengan hamparan kepulauan dari sabang sampai merauke jelas bukan perkara mudah, ujung aceh hingga puncak jayawijaya belum tentu semua baik. Namun jangan pernah meragukan Papua. Sebuah pulau di ujung timur indonesia yang berbentuk serupa burung raksasa, pulau dimana letak keragaman ekonomi kreatif di pupuk dan siap panen dengan penuh gemerlap. 

Adalah Raja ampat, sebuah kawasan di teritorial Papua barat dengan bentuk gugusan pulau yang tersebar yang berjumlah diatas 500 pulau. Dan uniknya, dari begitu banyak pulau-pulau kecil tersebut hanya sekitar 35 pulau yang dihuni oleh masyarakat. Bagaimana bisa kita menafikan 450 lebih pulau tak berpenghuni itu. Sementara jauh di tengah Indonesia, kita nyaris tenggelam dalam himpitan pulau kecil bernama Jawa. Manusia-manusia itu belum melihat keindahan gugusan raja ampat, belum menyaksikan bagaimana naungan sayap cendrawasih merah membangkitkan gairah. Hingga akhirnya tersedot pesona mall dan bising macet toll yang terasa melenakan. 

Kemanjaan masyarakat Indonesia patut di beri acungan jempol. Mengunjungi raja ampat memang bukan perkara mudah. Penyebabnya tentu saja karna papua sendiri termasuk pulau terjauh dari pusat rotasi pemerintahan negara, hingga tentu saja untuk mencapainya tidak semudah ketika kita memesan tiket pesawat dari ujung pandang ke jakarta. Namun sekali lagi, jangan pernah ragukan Raja ampat. Ia telah menguasai hati dunia dengan keindahan panoramanya yang cemerlang, dan tentu saja menjadi sumber devisa negara dengan destinasi termahal di pariwisatanya. Sebagai negara dengan perputaran ekonomi kreatif yang tinggi, pariwisata tentu menjadi salah satu sektor industri kreatif yang patut di perhitungkan. Dan keberadaan raja ampat tentu saja telah menjadi titik tersendiri bagi pemerintahan. 

Apa saja pesona yang ditawarkan raja ampat hingga namanya begitu harum di panca indera para turis dunia? Silahkan menghela nafas karna akan begitu banyak daftar yang bisa saya sebutkan demi menjawab pertanyaan itu.

Pertama kita akan melihat intisari dari raja ampat, yaitu pulau wayang. Pulau wayang ini terletak di desa waigeo barat kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Kocek yang harus dikeluarkan demi bisa mendarat disini memang terbilang di awang-awang, namun keindahan alam bawah lautnya akan membuat para pelancong melupakan urusan dompet untuk sementara waktu. Dari hal inilah kita tau, bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif di raja ampat menanjak bagai histeria di dunia fantasi. Bagaimana tidak, dengan harga yang membumbung tinggi, serta trek tersulit sekalipun kepulauan wayang tetap tak pernah sepi pengunjung. Artinya, selain sukses terbilang sebagai salah satu destinasi pariwisata dalam sektor ekonomi kreatif, keuntungan selanjutnya tentu saja akan berdampak menyenangkan bagi masyarakatnya. Warga raja ampat bolehlah jauh dari peradaban megapolitan, namun mereka hidup dengan bahagia sebagai penganyam asli papua yang hasil anyamannya tentu tak semurah para peganyam di pulau jawa. Belum lagi tentang kuliner seafood yang menmanjakan lidah, hal-hal tersebut tentu saja menjadi penunjang pariwisata raja ampat yang eksotis. 

Masih tentang pulau wayang, tentu saja atol dan keindahan bawah lautnya sangat terkenal ke segenap penjuru dunia. Namun ada satu lagi dari pulau wayang yang tak kalah hebohnya. Yaitu pulau karang. Tak melulu tentang keindahan bawah lautnya, tapi pulau karang ini adalah salah satu pulau dimana kita harus mendaki dengan kemiringan 90 derajat untuk bisa sampai di puncaknya. Dan pemandangan yang akan mata kita hadapi setelah menempuh paling tidak 30 perjalan mendaki terjal itu adalah gugusan indah kepulauan yang tak memiliki lawan. Disini kita akan berharap matahari bersinar dengan terik, karena dengan begitu, terumbu karang akan terlihat beriringan dengan sengatan terik matahari tersebut. 

Yang lebih mengesankan dari ekonomi kreatif di raja ampat adalah penginapannya. Resort tersebar di kepulauan ini. Kita bisa menemukan resort nyaman di sekitar sorong atau wasai. Tapi, penginapan dengan moda liveaboard menjadi penawaran yang jelas memanjakan hari-hari kita di sana. Tentunya, kita bisa menjelajah kepulauan indah ini dengan duduk-duduk atau tiduran saja. Inilah dia ekonomi kreatif sentra pariwisata yang mewah dan mahal di Indonesia. Kelas internasional. 

Memiliki kandungan kekayaan biota yang tak ternilai jelas membuat pariwisata di raja ampat senilai puluhan juta. Jika kita cukup merogoh 5-7 juta untuk sekali melancong ke bali atau Jogjakarta, maka silahkan siapkan anggaran 3-4 kali lipat untuk bisa puas menikmati raja ampat. Hal ini tentu saja sebanding dnegan eksotisme yang ditawarkan disana. 

Yang mengejutkan lagi dari gugusan pulau ini adalah bahwa ternyata telah lahir embrio pembatik-pembatik yang memiliki kelentikan tangan indah. Hasil dari batik khas raja ampat tentu menjadi salah satu sentra penunjang pariwisata di Raja ampat. Dan tentu saja, indonesia berhutang untuk mengakomodir kondisi para pembatik di Raja Ampat 

Kini mari kita bicarakan tentang hiu wobegong yang bersembunyi di bawah karang. Hanya raja ampat yang memiliki ekosistem hayati yang masih terjaga. Tentunya salah satu pulau disana yang begitu cantiknya menjaga hal tersebut. adalah sebuah taman menakjubkan yang berada disekitar jet fam. Melisa Garden, begitu taman indah itu disebut ternyata telah menyita perhatian barakuda untuk bersembunyi dan menyamar menjadi kuda laut yang kecil-kecil. Hal ini tentu saja menjadi pemandangan yang membuat para turis rela untuk mengeluarkan puluhan juta rupiah kembali demi melihat dan menikmati secara langsung keunikan tersebut. Jika sudah begitu, maka berterimakasih-lah Indonesia atas jasa Raja Ampat yang dengan sangat jeli menjaga dirinya dari kerusakan-kerusakan ekosistem. 

Dan pada kenyataannya, kita harus mengakui bahwa menceritakan keindahan Raja Ampat sama halnya dengan menceritakan tentang nilai sumbangan devisa yang besar bagi bangsa. Serta pertumbuhan ekonomi kreatifnya yang luar biasa tinggi. Dalam menyambut MEA ( masyarakat Ekonomi Asia ) kita tentu sudah tak perlu khawatir lagi asalkan papua masih menjadi wilayah di Indonesia dan belum meminta kemerdekaannya sendiri.***

Ade Riyan Purnama adalah salah satu dari sekian banyak Jurnalis di ibukota Jakarta. Karya-karya Ade Riyan Purnama bisa ditelusuri di buku pertamanya yaitu antologi puisi yang berjudul “Tanya Dalam Koma”, “Selimut Kecil Kafan Penyair”, dan juga bisa dinikmati dalam audio visual sastra, Salon Sastra volume 1 sampai 4, serta antologi Memo Untuk Presiden, Puisi Menolak Korupsi 4, Merangkai Damai, dan Memo Wakil Rakyat.

1 comment:


  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai pariwisata Indonesia dengan sejumlah wisata yang menarik.Benar benar sangat bermanfaat jika kita dapat mengetahui tempat wisata yang menarik dan penuh dengan suasana baru pada Indonesia.Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata indonesia yang bisa anda kunjungi di www.pariwisata.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.