Balita Tewas di Sungai Bambu Apus
![]() |
| Proses identifikasi korban balita tewas disungai disaksikan Kapolsek Cipayung Kompol Ana Rohana. |
Jakarta, Laras Post - Balita kurang lebih berumur empat tahun ditemukan meninggal dunia di Kali Bambu Apus,Jl. Mabes Hankam Kelurahan Bambu Apus Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (4/1/16) sore.
Balita tersebut merupakan anak dari Rohim warga Rt. 10 Rw 01 Kelurahan Bambu Apus Cipayung diduga terpeleset dan jatuh ke kali tersebut kemudian terseret arus sekitar 3 kilo meter.
Sebelumnya Kapolsek Cipayung Kompol Ana Rohana saat berada TKP mencari orang tua korban tenggelam tersebut. "Siapa yang mengenali korban tolong kasih tahu orang tuanya," ucap Kapolsek saat memberitahukan kepada warga sekitar.
Jelang beberapa saat ada warga Rt. 10 Rw. 01 yang mengenali korban kemudian memberitahukan kepada keluarga korban.
![]() |
| Camat Cipayung Iin Mutmainnah dan Lurah Bambu Apus saat berada di lokasi |
Saat proses identifikasi pihak forensik Polsek Cipayung menyatakan korban balita tersebut, bernama Jaut bin Rohim tinggi badan 105 cm, umur kurang lebih 4 tahun mengenakan baju merah garis hitam dan celana pendek. Pada kening korban terdapat luka memar diduga terbentur benda keras (batu kali).
Saat ini menurut Kapolsek Cipayung korban harus dibawa ke RS Polri untuk proses visum. "Karena menurut hukum yang berlaku korban harus dibawa ke RS Polri untuk proses visum," ucap Kompol Ana Rohana menjelaskan kepada warga.
Menanggapi hal ini, advokat yang juga aktivis Gerakan Pelindung Anak dan Remaja, Akram SM, SH mengatakan, para orang tua hendaknya lebih memperhatikan keselamatan anak dan balita buah hati masing-masing, karena anak dan balita belum mampu secara maksimal untuk melindungi diri dari resiko kecelakaan, apalagi ancaman kejahatan.
“Demikian juga masyarakat, hendak memberikan perhatian khsusus terhadap anak dan balita. Umumnya musibah yang terjadi pada anak dan balita dipicu oleh kurangnya perhatian dari orang tua atau masyarakat sekitarnya,” ujar Akram SM, SH, pada Minggu (8/1/2016) di Jakarta.
Tampak hadir di TKP sejumlah aparat kelurahan dan Kecamatan setempat diantaranya Camat Cipayung Iin Mutmainnah, Lurah Bambu Apus Dodo Supendi, Staf kelurahan Setu H. Jazuli dan puluhan warga sekitar yang ingin mengetahui kondisi korban. (sugih, Aris PS)
Saat ini menurut Kapolsek Cipayung korban harus dibawa ke RS Polri untuk proses visum. "Karena menurut hukum yang berlaku korban harus dibawa ke RS Polri untuk proses visum," ucap Kompol Ana Rohana menjelaskan kepada warga.
Menanggapi hal ini, advokat yang juga aktivis Gerakan Pelindung Anak dan Remaja, Akram SM, SH mengatakan, para orang tua hendaknya lebih memperhatikan keselamatan anak dan balita buah hati masing-masing, karena anak dan balita belum mampu secara maksimal untuk melindungi diri dari resiko kecelakaan, apalagi ancaman kejahatan.
“Demikian juga masyarakat, hendak memberikan perhatian khsusus terhadap anak dan balita. Umumnya musibah yang terjadi pada anak dan balita dipicu oleh kurangnya perhatian dari orang tua atau masyarakat sekitarnya,” ujar Akram SM, SH, pada Minggu (8/1/2016) di Jakarta.
Tampak hadir di TKP sejumlah aparat kelurahan dan Kecamatan setempat diantaranya Camat Cipayung Iin Mutmainnah, Lurah Bambu Apus Dodo Supendi, Staf kelurahan Setu H. Jazuli dan puluhan warga sekitar yang ingin mengetahui kondisi korban. (sugih, Aris PS)





Post a Comment