Monumen James Cook Di Pulau Sabu
![]() |
| Pulau Sabu yang tidak banyak berubah pada banyak tempat, masih seperti ketika kedatangan Cook 1770. |
Sabu, Laras Post - Begitu menyebut Sabu, orang
langsung teringat pada Bung Karno. Dalam buku Ibu Inggit, Ku Antar ke Gerbang,
disebutkan bahwa enam orang yang tinggal bersama Bung Karno adalah orang Sabu.
Begitu juga tukang masak mereka, Bertha. Satu di antara mereka bahkan ikut
terus bersama Bung Karno sampai penyiaran berita proklamasi seluruh Jakarta yang dramatis itu oleh Riwoe Ga.\
Ternyata bukan bapak bangsa Indonesia
saja yang erat dengan memori orang Sabu. Jauh sebelumnya orang Sabu sudah
menolong bapak bangsa Australia .
![]() |
| Maket monumen yang akan didirikan. Tampak Raja Sabu berdiaolog dengan James Cook. |
Monumen Bapak Bangsa Australia
James Cook akan hadir di Pulu Sabu. Lho koq bisa? Nah ini ceritanya. Pada bulan
September 1770 kapal Endeavour yang sudah robek2 layarnya yang berlayar
beberapa bulan dari Papua Guinea
dalam keadaan putus asa berharap hampir sia2 akan memperoleh pertolongan.
Persiapan makanan pun sudah hampir habis. Anak buah kapal banyak yang menderita
sakit karena kurang gizi.
Tanggal 22 September Kapten James
Cook tiba2 melihat sebuah pulau dengan teropongnya. Pulau itu tak terdapat peta
pelayaran mereka, sehingga James Cook mengira daratan yang dilihatnya itu
adalah sebuah pulau tanpa pemilik. Menurut versi para pejelajah, sebuah pulau
yang ditemui bangsa Eropa begitu saja menjadi milik bangsanya tanpa persetujuan
pribumi di situ.
Ternyata Cook salah. Di situ
sudah ada Christopher Lange seorang saxon yang bekerja untuk VOC. Cook dan
bangsawan Inggris Joseph Banks yang turun ke darat bersama puluhan anak buahnya
disambut prajurit Sabu yang bersenjatakan pedang dan tombak. Mereka tidak bisa
melakukan negosiasi langsung daloam perdagangan dan penukaran barang, karena
ada perjanjian raja |Sabu dan VOC.
Tetapi kemudian demi pertimbangan
kemanusiaan Raja Sabu Ama Doko Lomi Djara terjadi tukar menukar barang, dengan
mengabaikan peranan wakil VOC di situ. Bahkan Raja Sabu mengundang James Cook
dan semua kru kapal untuk makan malam.
"Makanan yang disajikan
sangat lezat dengan kaldu yang lezat juga," demikian ames Cook dalam memorinya. Sementara itu
Banks yang lebih banyak memperhatikan tingkah laku penduduk menulis, para
bangsawan menggunakan baju linen dan sutra yang halus, serta untaian kalung
emas tergantung di leher mereka.
Demikian mereka mengubah kesan
pulau yang tandus ini menjadi sangat eksotik Raja Sabu mengisi kapal Endeavour
dengan 9 ekor kerbau, 6 ekor domba, 3 ekor babi, 30 pasang unggas, jeruk,
kelapa, telur, bawang putih, serta ratusan galon gula cair.
Gula cair adalah makanan pokok
orang Sabu. Setiap orag Sabu pada masa lampau mengingat bahwa mereka setiap
pagi meminum beberapa gelas gula, yang dirupakan sebagai makanan cair yang oleh
orang barat kemudian dikembangkan sebagai sereal yang dikenal sekarang.
Karena itu orang Sabu mendirikan
monumen itu yang merupakan kisah fragmen Raja Sabu menolong James Cook, bapak
bangsa Australia
itu dengan kebutuhan hidup mereka. Apabila mereka tidak menemukan Pulau Sabu
dan tidak ditolong dari ancaman kelaparan, maka bisa diduga Endeavour tidak
dapat meneruskan pelayarannya.
Jasa Raja Sabu ini sepatutnya
diingatkan oleh bangsa Australia . (Peter A Rohi)






Post a Comment