Jokowi: Hal Lain Tangkal Radikalisme, Pendekatan Agama dan Budaya
![]() |
| Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla saat memimpin ratas. (dok: BPMI) |
Jakarta, Laras Post - Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas (ratas) tentang Penanganan Radikalisasi dan pelaksanaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Kantor Presiden, Rabu (16/12/15)
Presiden Jokowi dalam pembukaan ratas mengemukakan, hampir setiap bertemu dengan kepala negara ataupun kepala pemerintahan, baik presiden maupun perdana menteri yang menjadi topik pembicaraan utama adalah masalah yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme.
Dalam forum-forum internasional, baik G20, ASEAN Summit, APEC, Forum COP 21 selalu dibahas masalah ekstrimisme. Tetapi hampir semua negara, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keamanan dan pendekatan penegakan hukum. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden.
Dalam pandangan Presiden sebenarnya ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi radikalisme dan terorisme. “Tidak hanya hard approach tapi juga soft approach yang bisa kita kerjakan. Baik yang berupa pendekatan agama, maupun pendekatan budaya,” ucap Presiden seraya menambahkan.
Semua itu, kata Presiden, perlu dilakukan dengan konsisten, tegas dan berkesinambungan, sehingga apa yang menjadi ancaman dapat ditangani dengan benar. “Bisa kita kerjakan dengan baik dan kita berharap suasana yang kondusif pada saat ini terus berjalan dengan baik,” ucap Presiden.
Presiden mengingatkan bahwa negara terus dan harus hadir untuk memberikan rasa aman terhadap warga negara. “Dan kita ingin agar pengawasan pengamanan terhadap ruang-ruang publik, tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandara, terminal, stasiun dan tempat lainnya harus ditingkatkan,” ucap Presiden.
Nampak hadir pada ratas tersebut, Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam, Kapolri Badrodin Haiti, Menhub Jonan, Menteri Agama, Menseskab Pramono Anung dan Mensegneg Pratikno. (Her, Sg, ram)




Post a Comment