Header Ads


Festival Seni Ibing Pencak Silat, Disbudpar Kabupaten Bogor Turut Lestarikan Budaya Daerah


Bogor, Laras Post - Silat Cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua yang cukup dikenal masyarakat Bogor bahkan Indonesia maupun Luar Negeri. Silat ini lahir dan berkembang dari salah satu wilayah Bogor dengan berbagai versi cerita.

Versi Pertama, menyatakan bahwa silat Cimande bermulai dari daerah Priangan Timur (terutama meliputi daerah Garut dan Tasikmalaya dan juga Cianjur Selatan). Berdasarkan versi ini, pelopornya adalah Abah Khaer yang belajar silat dari istrinya yang kemudian dibawa oleh pekerja-pekerja perkebunan teh. Hal yang menarik adalah beberapa perguruan tua di daerah itu kalau ditanya darimana belajar Maenpo Cimande selalu menjawab “ti indung” (dari ibu), karena memang mitos itu mempengaruhi budaya setempat, jadi jangan heran kalau di daerah itu perempuan pun betul-betul mempelajari Maenpo Cimande dan mengajarkannya kepada anak-anak atau cucu-cucunya.

Sementara versi lain ada yang  menyatakan bahwa Abah Khaer adalah pelopornya dan merupakn seorang ahli maenpo dari Kampung Badui. Dia dipercayai sebagai keturunan Abah Bugis yaitu salah seorang guru ilmu perang khusus dan kanuragaan untuk prajurit pilihan di Kerajaan Padjadjaran dahulu kala. Keberadaan Abah Khaer di Kampung Badui dianggap mengkhawatirkan sesepuh-sesepuh Kampung Badui, karena akan mendatangkan kematian akibat pertarungan dan ini merupakan “pengotoran” akan kesucian tanah Badui. Karena itu, Abah Khaer pun pergi meninggalkan Kampung Badui dan bermukim di desa Cimande-Bogor. 

Versi kedua ini banyak diadopsi oleh komunitas Maenpo dari daerah Jawa Barat bagian barat (Banten, Serang, Sukabumi, Tangerang, dan sebagainya).  Mereka juga mempercayai beberapa aliran tua di sana awalnya dari Abah Khaer, sayangnya sekarang aliran ini diakui dan dipatenkan di Amerika oleh orang Indo-Belanda sebagai beladiri keluarga.

Versi terakhir inilah yang “sedikit” ada bukti-bukti tertulis dan tempat yang lebih jelas. Versi ini pulalah yang dipakai oleh keturunan Abah Khaer di Kampung Tarik Kolot– Cimande (Bogor). Pada versi ketiga ini, Abah Khaer diceritakan sebagai murid dari Abah Buyut,yang  berprofesi sebagai pedagang  yang sering melakukan perjalanan keberbagai 
daerah dan berdasarkan pengalaman selama melakukan perjalanan, ia hrsmenghadapi berbagai tantangan alam serta sering bertukar jurus sehingga terbentuklah sebuah aliran yang dahsyat dan juga mengangkat namanya. Dari sanalah berkembangnya silat cimande ini dan menjadi popular hingga ke mancanegara.

Terlepas dari berbagai versi cerita tentang lahir dan berkembangnya Silat Cimande, masyarakat Bogor termasuk masyarakat Indonesia sebagai pemilik kebudayaan ini merasa perlu menjaga, mengembangkan dan melestarikan kebudayaan tersebut. Berbagai usaha dilakukan untuk melahirkan dan melestarikan berbagai perguruan silat cimande baik di Indonesia bahkan di luar negeri. 

Selanjut, Masyarakat Bogor sebagai pemilik dari kebudayaan ini turut berupaya mengembangankannya melalui program kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerahnya yaitu Pemerintah Kabupaten Bogor. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Dinas yang berwenang untuk melaksanakan fungsi, mulai melakukan berbagai program pengembangan dan pelestarian tersebut antara lain melalui Kegiatan Pelestarian Seni Pencak Silat Cimande
Pada tanggal  28 - 29 April 2015 bertempat di Padepokan Pencak Silat Cimande Kp. Tarikolot Desa Cimande Kecamatan Caringin diselenggarakan kegiatan   Pelestarian Seni Pencak Silat Cimande. Kegiatan berupa pertunjukan pencak silat serta lomba pencak silat antar perguruan silat yang ada diwilayah kecamatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut hadir antara lain Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti beserta Bapak Fadhli Zon selaku Pembina Pencak Silat Cimande sekaligus anggota DPR Pusat, Bapak Iwan Setiwan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Perwakilan dari SKPD Lain, Perwakilan IPSI Kabupaten Bogor, Muspida dan Muspika, Camat beserta Tokoh Masyarakat Kecamatan Caringin.

Dalam sambutannya Bupati Bogor menyambut gembira dengan diselenggarakannya kegiatan ini dan mendukung sepenuhnya. Selanjutnya beliau juga berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin dan diharapkan kegiatan ini dapat diselenggarakan dengan mengundang lebih banyak lagi peserta dari perguruan yang ada di luar kabupaten Bogor. Diakhir sambutannya, Bupati Bogor berharap dengan kebudayaan silat cimande ini dapat menjadi ikon bagi Kabupaten Bogor.
Lomba Silat Cimande diikuti oleh   5 (lima) Lingkung Seni yang ada di Desa Cimande dan Desa Lemah Duhur yaitu :
- Lingkung Seni Simha Tantra Gede Nitis
- Lingkung Seni Sanggaran
- Lingkung Seni Budaya Tradisi Cimande 
- Lingkung Seni Gerak Rasa
- Lingkung Seni Panca Warna
Kegiatan Pelestarian Seni Pencak Silat Cimande yang dilombakan dibagi menjadi 5 kategori, yaitu :
1. Selancar Putra
2. Selancar Putri
3. Bincuran Usia 8 – 12 tahun
4. Bincuran Usia 13 – 16 tahun
5. Rampak Ibing
Dewan Juri terdiri dari
1. IPSI Kabupaten Bogor terdiri dari 3 orang
2. PPSAC, 1 orang
3. Para Ketua Lingkung Seni
Hasil perlombaan Kegiatan Pelestarian Seni Pencak Silat Cimande yaitu :

A. Kategori Selancar Putra :
1. Juara I   : M. Wahyu Setyanto
2. Juara II  : M. Bardan
3. Juara III : Fajar Ramdani
B. Kategori Selancar Putri :
1.  Juara I   : Siti Mariah
2. Juara II  : Siti Selviayati
3. Juara III : Anita Lestari
C. Kategori Bincuran Usia 8 – 12 Tahun:
  1. Juara I    : Adi Ridwan / A. Fikri 
  2. Juara II  : M. Saddam / Lukman H
  3. Juara III :  M. Akmal / M. Haetami
D. Bincuran Usia 13 – 16 Tahun 
1. Juara I    : Dimas / M. Fikal R
2. Juarai II  : M. Fadli 
    / M. Ramdani
    3. Juara III : Yadi S / Fahmi
E. Kategori Rampak Seni Ibing
    1. Juara I    : Dahlan 
    2. Juara II  : Lisna
    3. Juara III : Parmanto
(David/ADV)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.