Header Ads


Pelatihan Peer Leader Pencegahan HIV/AIDS Di Lanud Supadio


Pontianak, Laras Post -  Seiring dengan pengaruh globalisasi dan perubahan gaya hidup pada sebagian masyarakat Indonesia, maka pola perilaku dan system nilai pada masyarakat ikut berubah antara lain dengan meningkatnya kasus penyakit Aids yang sebagian besar tertular akibat perilaku yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik bergantian pada pecandu Narkoba.

Demikian sambuan Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Udara (Kadiskesau) Marsekal Pertama TNI dr. Asrunsyah Nasution, Sp.P.D., Sp.K.P yang dibacakan Karumkit dr. Mohammad Sutomo  Letkol Kes dr. Hendro Yulieanto, Sp. AN., Sp.KP mewakili Danlanud Supadio Marsekal Pertama TNI Tatang Harlyansyah, S.E pada acara pembukaan pelatihan peer leader pencegahan HIV/AIDS di Rumkit dr. Mohammad Sutomo Lanud Supadio, Selasa (24/11).

“Sebagai instansi pelayanan kesehatan di lingkungan TNI AU, Diskesau mengantisipasi permasalahan ini dengan kegiatan preventif berupa penyebaran informasi tentang HIV/AIDS, serta pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya yang secara paralel juga meningkat jumlah kasusnya, “ kata Kadiskes.

Salah satu upaya, lanjutnya,  pencegahan HIV di TNI AU adalah berupa penyebaran informasi tentang HIV termasuk diantaranya adalah pelatihan peer leader atau pimpinan sebaya di bidang HIV/AIDS.  Pendekatan pimpinan sebaya bersifat edukatif-preventif dalam mengubah perilaku melalui tahapan, mengetahui, memahami dan menerapkan informasi yang telah diterimanya.

Ia menambahkan sebagian para peer leader direkrut dari personel non medis TNI AU di satuan kerja operasional dengan tiga tujuan yaitu mampu menyelenggarkan diskusi tentang perilaku dan lingkungan yang berbahaya yang terkait dengan penyebaran HIV/AIDS, mampu menyebarluaskan fakta-fakta utama tentang penyakit menular seksual maupun HIV/AIDS, memberikan pengetahuan kepada peer leader tentang perilaku yang berisiko dan perilaku yang aman.

Sekretaris Eksekutif KPAP Kalbar menambahkan berdasarkan data UNAIDS untuk HIV dan AIDS di Indonesia tahun 2014 memperkirakan jumlah orang hidup dengan HIV sebanyak 660.000 orang, dewasa usia 15 tahun lebih dengan HIV berjumlah 640.000 orang, wanita usia 15 tahun lebih dengan HIV berjumlah 230.000 orang dan anak usia 0-14 tahun dengan HIV berjumlah 19.000 orang serta kematian akibat AIDS 34.000 orang.

“Dengan data tersebut maka betapa prihatinnya kita terhadap penyakit HIV ini.  Hal ini bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja namun menjadi tanggung jawab kita bersama.  Maka dari itu apa yang dilakukan oleh Rumkit Lanud Supadio dengan mengadakan pelatihan peer leader pencegahan HIV/AIDS sangat baik sekali.  Karena salah satu cara pencegahan penyebaran HIV/AIDS dengan adanya pelatihan seperti ini sehingga para peserta pelatihan dapat memberikan informasi yang benar tentang bahaya HIV/AIDS kepada keluarga, teman sejawat dan lingkungan tempat tinggal,” kata Sekretaris KPAP.

Turut hadir dalam acara pembukaan pelatihan ini tim fasilitator dari Diskesau, Jakarta, para perwira di jajaran Rumkit Lanud Supadio dan para peserta pelatihan yang terdiri dari gabungan perwakilan anggota di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon 465 Pakshas dan Denhanud 473 Paskhas. (Sg,yp,Penau)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.