Terkait Listrik 35 MW, Jokowi: Tugas Menteri Carikan Solusi
![]() |
| Presiden saat membuka Seminar dan Pameran Indo Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi |
Jakarta, Laras Post – Pengadaan proyek listrik 35 MW dinilai Menko Kemaritiman Rizal Ramli terlalu ambisius. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluruskan terkait hal itu, bahwa pengadaan listrik 35 ribu MW itu memang seperti ambisius, tetapi memang kebutuhannya seperti itu.
“Oleh sebab itu, angka 35.000 MW itu kalau ada masalah-masalah di lapangan itu dicarikan solusi. Mencarikan solusi sehingga investasi, investor bisa melaksanakan investasinya. Itu tugas menteri- menteri, tugasnya Menko untuk mencarikan solusi, mencarikan jalan keluar masalah yang dihadapi oleh investor,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai membuka Seminar dan Pameran Indo Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE), pada Rabu (19/8/2015) pagi, di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.
Presiden Jokowi melanjutkan, masalah-masalah yang dimaksud itu misalnya, kalau sudah tanda tangan PPA (Pejabat Pengguna Anggaran - red) harus diikuti, ada checklist-nya. Ijin pembebasan lahan seperti apa, kemudian financial closing-nya sudah beres tidak? “Yang bisa dibantu, yang bisa carikan solusi masalah, carikan. Itu tugasnya menteri disitu. Oleh sebab itu, kalau mau target yang gampang 5000 sajalah tapi kalau saya kan nggak mau,” tutur Jokowi.
Karena itu, tegas Presiden Jokowi, pemerintah tidak akan merevisi target pengadaan listrik 35 ribu MW. “Itu memang kebutuhan. Kalau nggak mencapai itu, ya itu nanti setiap saya ke daerah complaint-nya listrik byar pet mati semua,” kata Presiden Jokowi seraya menegaska, ia akan terus mendorong agar pengadaan itu bisa selesai.
Presiden Jokowi memberikan contoh pembebasan lahan yang di Batang saja sampai dirinya turun tangan, Pak Wapres juga turun tangan.
Sementara itu ketika diminta tanggapannya terkait Rizal Ramli yang tak sejalan dengan Wapres. Jokowi mengatakan, “urusan saya urusan bekerja, menyelesaikan masalah. Kalau saya nggak, kalau urusan seperti saya sudah tidak akan jawab. Urusan saya urusan bekerja menyelesaikan masalah,” tegas Jokowi.
Terkait sikap Menko yang pesimistis mendapatkan investor pengadaan listrik 35 ribu MW, Presiden Jokowi mengatakan, ia sudah menyampaikan bahwa itu adalah target, itu adalah kebutuhan. Tugasnya menteri mencarikan solusi. (Her, sg, ram)




Post a Comment