GrabTaxi Menerima Suntikan Dana Sejumlah Lebih dari US$350 Juta
Jakarta, Laras Post - GrabTaxi Holdings Pte Ltd (“GrabTaxi”) mengumumkan bahwa perusahaan telah mengumpulkan suntikan dana terbesar dalam sejarahnya, sejumlah lebih dari US$350 juta dari Coatue Management, L.L.C. (“Coatue”) adalah perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang berinvestasi di bidang teknologi di seluruh dunia, dana kekayaan Republik Rakyat Tiongkok, China Investment Corporation (“CIC”), dan Didi Kuaidi (“Didi”), dan mendapat dukungan dari para pemegang saham.
Hal ini berarti GrabTaxi memiliki suntikan dana total sebesar US$700 juta dan membuatnya sebagai salah satu perusahaan startup dengan pendanaan terbaik di dalam sejarah Asia Tenggara. GrabTaxi pertama kali diluncurkan di Jakarta, Indonesia, pada Juni tahun lalu, dan dengan cepat memperluas layanannya hingga ke Surabaya, Padang, Surabaya, dan Bali.
Membuat Asia Tenggara Lebih Menonjol
Asia Tenggara terus menunjukkan keunggulannya di ekosistem startup global, ditandai dengan semakin banyaknya investor yang mencari peluang di wilayah pengguna ponsel tertinggi yang berkembang pesat ini. GrabTaxi telah menjadi standar emas di wilayah tersebut dan menciptakan titik acuan dalam hal inovasi teknologi dan kesuksesan.
Anthony Tan, Group CEO dan Co-Founder GrabTaxi mengatakan, “Investasi ini tidak hanya menjadi sebuah pernyataan akan dominasi GrabTaxi di wilayah Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bukti potensi pertumbuhan Asia Tenggara di level global. GrabTaxi berada di garis terdepan dalam industri startup di Asia Tenggara dan itu adalah peran yang kami bawa dengan bangga. Sebagai salah satu pemimpin di wilayah ini, kami telah berhasil menarik bakat-bakat global paling top untuk bergabung dengan brand kami, serta mengukuhkan investasi aman dari para mitra luar biasa seperti Coatue dan CIC.”
Mengenai investasi Didi, Tan menambahkan, “Didi adalah pemain utama di Tiongkok dengan pengalaman multi-produk yang kuat. Kami berharap dapat segera bekerja sama dengan para kolega di Tiongkok, memanfaatkan pengalaman masing-masing untuk terus berusaha memberikan pelayanan terbaik.”
Jean Liu, Presiden Didi mengatakan, “Sebuah pendekatan kooperatif dengan pemain paling berkuasa di Asia Tenggara akan meningkatkan nilai bisnis kami. Hingga saat ini, Anthony dan timnya telah mencapai pertumbuhan luar biasa dan kami berniat membantu meneruskan momentum tersebut.”
Alokasi Penggunaan Dana
GrabTaxi telah berhasil melakukan diversifikasi di luar layanan taksi, yakni dengan menyediakan layanan transportasi mobil pribadi serta taksi motor atau ojek. Dana yang diterima akan digunakan untuk menumbuhkan penawaran menarik ini hingga menyamai kesuksesan produk GrabTaxi. GrabCar adalah layanan transportasi kendaraan yang lebih personal berlisensi yang tersedia di berbagai negara di mana GrabTaxi beroperasi. GrabBike adalah aplikasi penyedia layanan ojek terkemuka yang kini tersedia di Vietnam, Indonesia, dan Thailand, pasar di mana ojek merupakan jenis transportasi komuter yang sangat populer. GrabCar dan GrabBike dapat diakses melalui aplikasi mobile GrabTaxi.
“Kami hadir untuk mengatasi tantangan transportasi di wilayah Asia Tenggara. Diversifikasi ke dalam layanan mobil pribadi dan ojek telah memungkinkan kami untuk menyentuh masyarakat dari berbagai tingkat pendapatan dan kebutuhan berkomuter. Kami adalah satu-satunya aplikasi di wilayah ini yang mempunyai jaringan luas dan berbagai pilihan transportasi,” ujar Tan.
GrabTaxi menanamkan investasi sebesar 1,8 juta dolar untuk meluncurkan program Elite Driver terbaru, suatu dana kesejahteraan pengemudi yang menyediakan asuransi tahunan, sertifikat pengakuan, insentif keuangan, dan jaminan GrabTaxi gratis bagi para penumpangnya. Dalam rangka merayakan Merdeka, GrabTaxi menyumbangkan Rp500 untuk Gerakan Perubahan Pemuda Indonesia untuk setiap pemesanan yang dilakukan di bulan Agustus. Baru-baru ini, GrabBike di Indonesia berhasil merekruit lebih dari 8.000 pengendara ojek dalam event GrabBike Kingdom yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno. Dana tersebut juga akan digunakan untuk mengembangkan lebih lanjut teknologi yang ditawarkan oleh GrabTaxi, yang akan terus berinvestasi dengan memperluas kantor perencanaannya yang kini berada di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Beijing.
GrabTaxi yang diluncurkan pada tahun 2012 terus menciptakan pertumbuhan yang agresif di seluruh wilayah Asia Tenggara, di mana aplikasi tersebut hadir di 26 kota di 6 negara, termasuk Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. GrabTaxi terus menciptakan ledakan pertumbuhan dengan mendaftar lebih dari 110.000 pengemudi di seluruh Asia Tenggara.(Maslim)
Hal ini berarti GrabTaxi memiliki suntikan dana total sebesar US$700 juta dan membuatnya sebagai salah satu perusahaan startup dengan pendanaan terbaik di dalam sejarah Asia Tenggara. GrabTaxi pertama kali diluncurkan di Jakarta, Indonesia, pada Juni tahun lalu, dan dengan cepat memperluas layanannya hingga ke Surabaya, Padang, Surabaya, dan Bali.
Membuat Asia Tenggara Lebih Menonjol
Asia Tenggara terus menunjukkan keunggulannya di ekosistem startup global, ditandai dengan semakin banyaknya investor yang mencari peluang di wilayah pengguna ponsel tertinggi yang berkembang pesat ini. GrabTaxi telah menjadi standar emas di wilayah tersebut dan menciptakan titik acuan dalam hal inovasi teknologi dan kesuksesan.
Anthony Tan, Group CEO dan Co-Founder GrabTaxi mengatakan, “Investasi ini tidak hanya menjadi sebuah pernyataan akan dominasi GrabTaxi di wilayah Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bukti potensi pertumbuhan Asia Tenggara di level global. GrabTaxi berada di garis terdepan dalam industri startup di Asia Tenggara dan itu adalah peran yang kami bawa dengan bangga. Sebagai salah satu pemimpin di wilayah ini, kami telah berhasil menarik bakat-bakat global paling top untuk bergabung dengan brand kami, serta mengukuhkan investasi aman dari para mitra luar biasa seperti Coatue dan CIC.”
Mengenai investasi Didi, Tan menambahkan, “Didi adalah pemain utama di Tiongkok dengan pengalaman multi-produk yang kuat. Kami berharap dapat segera bekerja sama dengan para kolega di Tiongkok, memanfaatkan pengalaman masing-masing untuk terus berusaha memberikan pelayanan terbaik.”
Jean Liu, Presiden Didi mengatakan, “Sebuah pendekatan kooperatif dengan pemain paling berkuasa di Asia Tenggara akan meningkatkan nilai bisnis kami. Hingga saat ini, Anthony dan timnya telah mencapai pertumbuhan luar biasa dan kami berniat membantu meneruskan momentum tersebut.”
Alokasi Penggunaan Dana
GrabTaxi telah berhasil melakukan diversifikasi di luar layanan taksi, yakni dengan menyediakan layanan transportasi mobil pribadi serta taksi motor atau ojek. Dana yang diterima akan digunakan untuk menumbuhkan penawaran menarik ini hingga menyamai kesuksesan produk GrabTaxi. GrabCar adalah layanan transportasi kendaraan yang lebih personal berlisensi yang tersedia di berbagai negara di mana GrabTaxi beroperasi. GrabBike adalah aplikasi penyedia layanan ojek terkemuka yang kini tersedia di Vietnam, Indonesia, dan Thailand, pasar di mana ojek merupakan jenis transportasi komuter yang sangat populer. GrabCar dan GrabBike dapat diakses melalui aplikasi mobile GrabTaxi.
“Kami hadir untuk mengatasi tantangan transportasi di wilayah Asia Tenggara. Diversifikasi ke dalam layanan mobil pribadi dan ojek telah memungkinkan kami untuk menyentuh masyarakat dari berbagai tingkat pendapatan dan kebutuhan berkomuter. Kami adalah satu-satunya aplikasi di wilayah ini yang mempunyai jaringan luas dan berbagai pilihan transportasi,” ujar Tan.
GrabTaxi menanamkan investasi sebesar 1,8 juta dolar untuk meluncurkan program Elite Driver terbaru, suatu dana kesejahteraan pengemudi yang menyediakan asuransi tahunan, sertifikat pengakuan, insentif keuangan, dan jaminan GrabTaxi gratis bagi para penumpangnya. Dalam rangka merayakan Merdeka, GrabTaxi menyumbangkan Rp500 untuk Gerakan Perubahan Pemuda Indonesia untuk setiap pemesanan yang dilakukan di bulan Agustus. Baru-baru ini, GrabBike di Indonesia berhasil merekruit lebih dari 8.000 pengendara ojek dalam event GrabBike Kingdom yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno. Dana tersebut juga akan digunakan untuk mengembangkan lebih lanjut teknologi yang ditawarkan oleh GrabTaxi, yang akan terus berinvestasi dengan memperluas kantor perencanaannya yang kini berada di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Beijing.
GrabTaxi yang diluncurkan pada tahun 2012 terus menciptakan pertumbuhan yang agresif di seluruh wilayah Asia Tenggara, di mana aplikasi tersebut hadir di 26 kota di 6 negara, termasuk Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. GrabTaxi terus menciptakan ledakan pertumbuhan dengan mendaftar lebih dari 110.000 pengemudi di seluruh Asia Tenggara.(Maslim)



Post a Comment