Header Ads


Tim Kehumasan DPR Study Banding ke Museum BI dan Museum Fatahillah

Gedung Museum Fatahillah Jakarta
Jakarta, Laras Post Online - Kunjungan Tim Kehumasan DPR RI ke Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahillah, bertujuan dalam rangka mencari informasi dalam hal suatu pembanding karena Sekretariat DPR RI mempunyai rencana untuk merevitalisasi Museum yang ada di DPR.
Kepala Biro Humas dan Pembe­ritaan Sekretariat DPR RI, Djaka Dwi Winarko menjelaskan bahwa Museum DPR merupakan bagian penting bagi DPR terutama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda mengenai DPR. “Museum yang ada di DPR perlu ada pembenahan secara menyeluruh yang nantinya menjadi bagian paket tour building yang ada di DPR,” katanya, Selasa (23/4), di Museum BI, Jakarta.
Disebutkan, saat ini banyak murid-murid dari tingkat SD sampai perguruan tinggi yang datang ke DPR, nantinya diharapkan mereka selain mendapatkan sosialisasi pemahaman mengenai DPR satu paket dengan sejarah DPR yang ada di Museum DPR.
Oleh karena itu, menurut Djaka, penting dilakukan study banding ke museum-museum ini dari sisi managemen, pengelolaan, koleksi yang akan menjadi dasar informasi awal untuk merevitalisasi Museum DPR. “Telah disepakati antara Tim Kehumasan DPR dan pengelola museum-museum tersebut bahwa ini adalah pertemuan awal yang selanjutnya akan diadakan pertemuan kembali untuk dapat mewujudkan museum DPR yang bisa mendapatkan menggambarkan peran dan fungsi DPR dari awal sebelum pra kemerdekaan hingga saat ini,” paparnya.
Tim Kehumasan DPR berkerjasama dengan Universitas Indonesia akan memformulasi untuk dapat mewujudkan dan merealisasikan blueprint revitalisasi museum yang ada di DPR. “Kita berharap akan mendapatkan dukungan dari DPR, khususnya Pimpinan DPR dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR untuk mewujudkan museum yang komprehensif sehingga dapat menjelaskan peran dan fungsi DPR dari prakemerdekaan sampai saat sekarang,” tegas Djaka.     
Setelah melihat beberapa museum, Kepala Bagian Humas DPR Suratna menjelaskan bahwa dalam rangka revitalisasi Museum DPR, maka yang harus dilakukan pertama adalah perjalanan sejarah harus digambarkan dengan jelas dalam Museum DPR.
Kedua adalah koleksi museum harus dicari dan dikumpulkan secara lengkap, karena kedepan diharapkan Museum DPR dapat menjadi pusat study politik bagi generasi muda Indonesia. “Perlu juga simulasi bagi anak-anak dan pengunjung Museum sehingga mereka mendapatkan pendidikan politik setelah mereka datang ke museum di DPR,” katanya.
Terkait interior Museum DPR, yang menurutnya perlu ditata lagi. Perlu catatan sejarah sehingga tata ruang interior dan disain sesuai dengan perjalanan sejarah yang terjadi. “Kita harapkan sebelum masuk ruang museum ada ruang yang menjelaskan isi museum secara keseluruhan,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Suratna Bagian Humas juga akan mem­persiapkan SDM dan sertifikasi bagi guide, sehingga SDM tersebut dapat menjelaskan perjalanan sejarah Politik DPR. (ram)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.